Jumat, 24 Desember 2010
Sabtu, 18 Desember 2010
Untuk Para Orang Tua
Obrolan para tetangga seusai menerima rapor tengah semester putra-putrinya yang masih SD.
Ibu A: Gimana Rapornya Angga, Bu?
Ibu B: Bebek bertelur sama delapan ketawa jeng…
Ibu C: Itu masih mending. Nilai matematikanya Robi malah 8
Ibu A: lha, itu kan bagus?
Ibu C: Bagus apanya? Itu 8 kecil kiwir-kiwir gak ada embel-embelnya!
Bapak D: Ai Adi anaknya Pak Anu lebih parah lagi. Sudah kelas dua tapi belum bisa membaca sama sekali. Bahkan membedakan huruf “B” dan “D” saja dia gak bias. Gurunya gimana tuh?
Ibu B: Iya, gurunya gak becus tuh ngajarnya!!
Ibu A: Rugi pemerintah nggaji mahal-mahal!!!! (What???? Lom tau berapa gaji guru sukwan kaya’nya nih ibu :-p)
Bapak D: iya Bu!!!!
Saya yang mendengar jadi pengen ketawa. Kok ya guru doank ya yang disalahkan???
Yah, gurunya emang bias disebut “gagal” sih…. Soalnya dia gak bisa memenuhi KKM (Kriteria Kelulusan Minimal). Entah karena sang guru emang kurang berkompeten, kurangnya media dan sumber belajar (mentang-mentang ada dana BOS para wali murid banyak yang protes kalo disuruh beli buku tambahan untuk anak-anaknya. Padahal buku BOS saja gak cukup), kondisi ruang belajar yang tidak memadai, atau si anak yang memang “agak kurang pandai”.
Tapi jangan salahkan guru terus donk!! Coba saja hitung. Berapa lama sih waktu anak di sekolah? Rata-rata dari jam 7 pagi ampe jam 12 siang kan? Hanya 5 jam!! Sementara waktu di rumah????
Nah dalam waktu 5 jam itu, guru harus bisa membagi perhatian paling gak kepada 30 siswa (bahkan ada teman yang cerita kalo satu kelas siswanya ampe 52). Padahal kecepatan belajar tiap siswa gak sama. Ada yang cepat, sedang, lambat, dan sangaaaattt lambat sekali. Nah, gimana bisa maksimal tuh?
Makanya bapak-bapak dan ibu-ibu, dalam rentang waktu 19 jam ketika anak di rumah… ajarin juga anaknya donk. Jangan menyerahkan sepenuhnya masalah pendidikan anak kepada sekolah!! Percuma ibu guru ngejelasin ini-itu ampe mulutnya berbusa, Pak Guru ampe ngabisin berkotak-kotak kapur waktu nerangin di papan tulis, kalo di rumah orang tua gak menyuruh atopun menemani anak mengulang kembali pelajarannya. Kalo anaknya masuk kategori jenius c gak papa. Lah kalo standar n pas-pasan?
Karena itu wahai para orang tua, jangan lepas tangan dari pendidikan anak. Luangkan sedikit waktu untuk membimbing mereka, dampingi anak-anak anda saat belajar, atau sekedar memeriksa buku tugas mereka, tanyakan apa anak anda mendapat PR atau tidak, dan temani putra – putri anda saat mengerjakan PR-nya.
Ibu-ibu jangan Cuma ngurusin arisan, sinetron dan gossip artis doank. Luangkan waktu untuk buah hatinya ya… yang bapak-bapak juga gitu, jangan taunya cuma marah-marah saat rapor anaknya merah!!!
Jumat, 22 Oktober 2010
puisi murid-muridQ...
MATAHARI
Karya: Rayhan Dimas
Matahari…
Engkau bersinar di siang hari
Kau bersinar terang
Kau menerangi bumi
Kau terbit dari timur
Matahari….
Kau menerangi bumi di langit yang tinggi
Kau Cuma ada Satu
Di siang hari kau bersinar terang
Dekatkan aku dengan pencuptamu
SAHABATKU
Karya: Indah
Dahulu aku punya sahabat
Namanya Relly
Anaknya baik sekali
Relly sering menolongku
Sahabatku…
Sudah dua bulan aku tidak bertemu
Karena saya pergi bersama orang tuaku
Sahabatku
Kini belum ada penggantinya
Sahabat baik kayak dia
Sahabat yang sejati
Dalam suka dan duka
Relly…
Walaupun aku jauh
Aku selalu ingat padamu
Aku pergi untuk mengejar cita-citaku
BUNGA
Karya: Dinda Kharisma Putri
Bunga…
Kalau dipandang engkau sangat indah
Warnamu warna-warni
Kau biasanya dibuat untuk hiasan rumah dan taman
Bunga aku senang denganmu
Bunga…
Nektarmu bisa dibuat minum kupu-kupu
SAHABAT
Karya: Hasna Azkia M
Sahabat…
Aku mempunyai sahabat bernama Relly
Mojokerto asalnya
Umurnya setara denganku.
Dia duduk sebangku denganku
Dia cantik, baik, dan imut
Sahabat…
Terima kasih atas kebaikanmu
Semoga kita dapat bersama
Dengan hati senang maupun duka
MATAHARI
Karya: Sherly budi P.
Matahari…
Engkau muncul di siang hari
Pada sore hari engkau terbenam
Engkau adalah penerang bumi
Bila tidak ada kau bumi akan gelap
Matahari…
Cahayamu mengandung vitamin
Aku tak puas-puasnya memandangmu
BUNGA MELATI
Karya: Relly
Bunga melati…
Bunga melati baumu sangat harum
Aku sangat menyukaimu
Bunga melati warnamu putih suci
Bunga melati…
Kau tumbuh di halaman
Biasanya kau tumbuh di taman
Semoga kau tumbuh selamanya
BINTANG
Karya: M. Fahmi R.
Bintang…
Di kala menjelang malam
Kau tampak kelap-kelip
Kau muncul dibalik awan
Bintang aku kagum padamu
Bintang…
Kau ada di langit
Pancaran cahayamu sangat indah
Kau diciptakan Tuhan
Dekakan aku denagn penciptamu
BURUNG MERPATI
Karya: Noval
Burung merpati..
Kalau dilihat sangat indah
Sayapmu sangat mekar
Warnamu bermacam-macam
Kau dapat lomba
Matamu warna-warni
Burung merpati…
Jau diciptakan oleh Allah
Kau juga diternakkan
Karya: Nur Aisyah
Bunga…
Kau cantik bagaikan berlian
Kau biasanya ditemukan di taman
Kau mempunyai banyak warna
Warnamu bagaikan pelangi
Yang muncul di pagi hari
Bunga…
Siap penciptamu?
Penciptamu begitu hebat
Karena ia menciptakan
Bunga bunga yang begitu indah
IBU
Karya: andini Nudya Alifiyanti
Ibu…
Engkau cahaya hidupku
Engkaupun yang melahirkanku
Dan mendidikku hingga besar
Ibu..
Tanpamu aku tidak akan
Sebesar seperti sekarang ini
Ibu…
Engkau memberi kasih sayang padaku
Dan aku akan memberikan kasih sayng padamu
Dan menghormati surge yang ada di telapak kakimu..
BINTANG
Karya: Novia
Bintang…
Engkau berkelap-kelip di malam hari
Membuat malam semakin terang
Dan anak-anakpun ikut berbahagia
Melihatmu bintang…
Bintang…
Kau membuat hatiku merasa tenang
Pancaran sinarmu begitu terang
Sehingga tidurku merasa tenang
KUDA
Karya: Winnia Hanun
Kuda…
Larimu begitu cepat
Warnamupun begitu indah
Engkau makan rumput yang segar
Seperti kambing dan sapi
Kuda…
Engkau memiliki reman banyak
Jenismu pun bermacam-macam
Besama keluargamu
Kuda…
Ekormu begitu panjang
Lehermupun panjang
Seperti penggaris
Kuda kaulah binatang yang kusuka
